Lumpur Mirip Lumpur Lapindo Muncrat di Muaraenim, Sumsel

Lumpur Mirip Lumpur Lapindo Muncrat di Muaraenim, Sumsel

- detikNews
Rabu, 23 Apr 2008 09:56 WIB
Palembang - Warga Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan (Sumsel) dikejutkan semburan lumpur mirip semburan lumpur Lapindo. Semburan lumpur ini berasal dari sumur gas tua di Merbau 01, Desa Lubai Persada, Kecamatan Rambanglubai, Kabupaten Muaraenim.

"Kami sudah dapat informasi dari warga yang mengkhawatirkan soal lumpur itu. Rencananya, kami akan menurunkan tim investigasi ke lokasi," kata Sadat, aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel yang tengah menghadiri kegiatan Walhi di Yogyakarta, Rabu (23/04/2008).
 
Menurut Sadat, semburan lumpur di bekas sumur eksploitasi minyak dan gas ini merupakan yang kali kedua di Rambang Lubai. "Yang pertama, kalau tidak salah tahun 1999 lalu, tepatnya di daerah operasi Beringin 9, Kecamatan Rambang Lubai. Memang saat itu Pertamina berhasil mengatasinya," kata Sadat.

"Kami berharap Pertamina dapat mengatasi persoalan ini sesegera mungkin, sehingga tidak menjadi bencana besar seperti Lapindo," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Injeksi Semen

Sebelumnya PT Pertamina EP Region Sumatera Field Prabumulih optimistis bisa menanggulangi semburan lumpur yang berasal dari sumur gas tua di Merbau (Mbu) 01 itu. Saat ini, mobilisasi peralatan penanggulangan sudah mulai dilakukan.

"Kita jamin bisa, sebab kasus semburan lumpur di Lubai Persada ini memang kerap ditemukan dalam aktivitas pengeboran gas maupun minyak," ujar Staf Humas Pertamina EP Region Sumatera Field Prabumulih, Syaiful Bachri.

Menurut dia, penutupan semburan lumpur itu akan menggunakan teknologi kill well (mematikan sumur).
 
Tahapannya terlebih dahulu akan dicek kedalaman sumur dengan peralatan rig (alat pengeboran). Setelah diketahui kedalaman sumur, baru dilakukan injeksi semen ke dalam sumur tersebut. "Injeksi akan menggunakan dua alternatif, yaitu injeksi langsung dari atas lokasi semburan atau diinjeksi dari samping," kata dia.
 
Syaiful menambahkan alternatif kedua baru akan digunakan, jika alternatif pertama mengalami kegagalan. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk melakukan mematikan sumur itu, yaitu sementing (mobil pengolah semen), rig, dan alat-alat berat yang khusus digunakan untuk melakukan injeksi semen ke lubang semburan.
 
"Mudah-mudahan ke depan cuacanya mendukung. Jika cuaca mendukung, kita perkirakan pada 30 April mendatang semburan lumpur itu sudah bias diatasi," imbuh Syaiful.
 
Syaiful membenarkan pihaknya punya pengalaman serupa sekitar tahun 1999 lalu. Saat itu, terjadi semburan lumpur, bahkan disertai keluarnya minyak dari dalam lokasi semburan di daerah operasi Beringin 9, Kecamatan Rambang Lubai. "Saat kejadian itu, kami bisa mengatasinya dengan baik," kata dia.
 
Pada Senin (21/04/2008) malam, lumpur sempat mencair dan hendak meluber dan merembes ke luar tanggul. Namun pihak Pertamina langsung melakukan penyedotan lumpur dengan vacuum truck dan mengangkutnya ke penampungan lumpur. Sementara volume semburan masih seperti yang terjadi pada hari-hari sebelumnya.

"Untuk kompensasi terhadap warga sekitar, sampai saat ini belum. Sebab memang belum ada dampak terhadap masyarakat," ungkap Syaiful. Air sebuah anak sungai yang berada sekitar 100 meter dari lokasi juga telah diambil sampelnya, dan dinyatakan laik konsumsi. Sedangkan tanaman warga, dan pemukiman warga lokasinya cukup jauh dari lokasi semburan. (tw/asy)


Berita Terkait