"Pertama dari Belanda. Kedua, ketiga, keempat harus dari Indonesia," ujar KSAL Laksamana Sumardjono usai penandatanganan MoU antara TNI AL dengan Kementerian Ristek di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2008).
Sumardjono mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengirim orang ke Belanda untuk belajar desain maupun teknologinya. "Proyek ini dengan asistensi sigma class dari Belanda," terangnya.
Untuk pembiayaan, Sumardjono mengaku Dephan sudah menyetujuinya. Sedangkan dengan PT PAL akan segera dibuat perjanjiannya. "Anggaran sudah ada. Dengan PT PAL nanti kita komitmenkan," jelasnya.
Jika kapal korvet ini sudah terealisasi maka merupakan sejarah tersendiri. Selama ini hanya kapal patroli saja yang bisa dibuat di dalam negeri. "Berarti nanti kita sudah bisa membuat kapal sejenis fregat," ujarnya bangga. (gah/nvt)











































