Demikian disampaikan Mensesneg Hatta Rajasa menanggapi rencana ahli waris menawarkan Ndalem Gebang, Blitar, senilai Rp 50 miliar ke negara. Baik itu pemerintah pusat, propinsi atau kabupaten. Rumah tua yang pernah ditinggali Bung Karno ini juga ditawarkan ke swasta.
"Belum ada sama sekali permintaan ke negara untuk apa dan bagaimana. Tentu tidak pas kalau keluarga masih merundingkan hal itu, pemerintah ujug-ujug datang (beli rumah) kan nggak baik," ujar dia di Kantor Sesneg, Jl. Majapahit, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bukan museum. Sementara ini kan rumah keluarga. Bukan rumah yang diberikan negara," jelas Hatta. (lh/asy)










































