Al-Manar Indonesia: Kami Tidak Menyebarkan Permusuhan

Al-Manar Indonesia: Kami Tidak Menyebarkan Permusuhan

- detikNews
Selasa, 22 Apr 2008 15:13 WIB
Jakarta - Rumah itu hanya kontrakan sederhana di pengkolan jalan, tidak menyiratkan adanya aktifitas berarti. Hanya ada tiga lelaki tengah duduk-duduk santai, menikmati udara mendung Pasar Minggu.

Di salah satu kamar rumah bercat hijau tersebut, televisi kecil 14 inchi tengah menampilkan pria berjenggot dan berparas Timur Tengah sedang berbicara. Memakai bahasa Arab tentunya. Disampingnya, terdapat alat untuk menangkap siaran dari parabola beserta kabel yang berserakan, mirip rumah kos mahasiswa yang tidak terurus.

Dari logo televisi di sudut kanan atas layar, dapat ditebak TV itu bukan dari Indonesia, karena tidak familiar. Siaran TV tersebut merupaan TV asal Lebanon, Al Manar.

"Masih ngontrak. Tiga bulan belum membayar," kata pengontrak rumah itu, Ali Assegaf.

Televisi asal Lebanon, Al-Manar mulai mengudara sejak 1 April lalu. Sejak itu pula, siaran televisi yang 100 persen program siaran diproduksi di Lebanon, dapat dinikmati di Indonesia lewat jalur parabola bukan TV berlangganan. Kalau tidak ada, dapat di klik di www.almanartv.com.lb

Sebagai TV yang pro perjuangan Palestina, TV tersebut terang-terangan menyerang Israel dalam program acaranya. Pun demikian, Al Manar menolak dibilang mempromosikan kebencian dan permusuhan.

"Al Manar hanya memberi alternatif informasi lain yang berbeda, bahkan dengan Al Jazeera sekalipun. Kami mendukung perjuangan Palestina. Dan kami menyiarkan apa yang terjadi disana, untuk menarik simpatik dunia. Kami tidak setuju dengan Israel. Kami tidak menyerukan permusuhan, kami hanya menyatakan ketidaksetujuan kami," kata perwakilan Al Manar di Indonesia, Ali Assegaf saat ditemui detikcom, di kontrakannya, Jl Batu 1E, Pasar Minggu, Selasa (22/4/2008).

Al Manar mengudara 24 jam dengan diselingi iklan. Format acara, kata Ali Assegaf, mengarah kepada pendidikan, berita, talk show ataupun liputan panjang.

"Seperti ada pendidikan politik. Yang menginformasikan mengenai serangan Israel terhadap Palestina," imbuhnya.

Keterlibatan Ali Assegaf dimulai 22 September dua tahun silam. Pada saat itu, ia menayangkan kekalahan Israel atas Lebanon. Kala itu, Assegaf menggunakan saluran TVRI.

"Nah dari situ, Al Manar ngelirik saya. Lalu kami saling kontak dan dapat channel ke Al Manar. Al Manar minta ada perwakilan di Indonesia, saya sanggupi," cerita Assegaf. (Ari/fay)


Berita Terkait