Aksi siswa Sekolah Alam Ar-Ridho itu digelar di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl. Pahlawan. Sejumlah guru dan orang tua siswa ikut serta.
Selain membentangkan poster-poster yang berisi seruan pentingnya menjaga alam, para siswa juga menunjukkan kebolehannya dalam berteatrikal. Beragam eksyen mereka peragakan.
Karena belum begitu mengerti 'skenario', sejumlah guru dan orang tua harus memberi aba-aba agar siswa-siswi itu mau berakting sebagaimana rencana semula. Mereka menyiram teman-temannya yang disimbolkan sebagai tumbuhan, memanah bola dunia tiruan, dan lain-lain.
Korlap, Joko Kristiyanto, mengatakan aksi itu dilakukan untuk mengenalkan siswa-siswi pada situasi global terkait kerusakan alam. Siswa-siswi diharapkan mengerti bagaimana menjaga dan melestarikan bumi.
"Selain itu, mereka juga diajari dalam menyerukan pendapat di muka umum," jelasnya.
Untuk urusan perilaku hidup sehat, siswa-siswa itu tak perlu dikomando. Di sela aksi, mereka membersihkan sampah dan menaruhnya di kantung plastik.
Aksi diakhiri saat sekitar 100 mahasiswa Teknik Lingkungan Undip bergabung bersama para siswa. Kedua kelompok yang sama-sama memperingati Hari Bumi ini melakukan long march menuju Kampus Undip yang jaraknya hanya 300-an meter dari Bundaran Air Mancur. (try/djo)











































