Demikian disampaikan Dirut PT Sarinah Persero, Ketut Arnaya, dalam jumpa pers di MU Cafe di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2008).
Dikatakan dia, berdasarkan hasil pemeriksaan bersama aparat Dinas P2B Jakarta dan konsultan struktur bagunan independen PT Beta Decon menggunakan alat theodolit dan water pass. Pemeriksaan dan uji kelayakan sudah dilakukan pada 14 April 2008.
"Bagunan utama Sarinah di Jalan MH Thamrin tetap aman digunakan," kata Arnaya.
Menurut dia, kemiringan bukan pada bangunan utama Sarinah tetapi pada bangunan di bagian selatan yaitu bangunan tambahan berupa gerai ATM.
Arnaya mengatakan, struktur bangunan ATM tidak mengikat pada bangunan utama karena menggunakan sistem delitasi. Pondasi bangunan ATM menggunakan pondasi konvensional.
Penurunan tanah pada bangunan ATM center terjadi karena kondisi alam. Penurunan tanah bagunan ATM center terjadi sejak awal tahun 2007 karena kondisi alam. "Sekarang ATM sudah dipindahkan ke lokasi baru yang lebih representatif," ujarnya. (aan/nrl)











































