"Dukungan Indonesia untuk Palestina kurang terdengar di dunia. Komitmen Indonesia sering dipertanyakan dalam setiap forum. Kita bisa mempublikasikan dukungan kita pada Palestina lewat Al Manar," kata Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) Ferry Nur kepada detikcom, Selasa (22/4/2008).
Menurut Ferry, Al Manar dan Al Jazeera hanya beberapa dari media alternatif yang melawan hegemoni Barat di Timur Tengah. Masih ada TV Al Quds dan Al Aqsa yang lebih khusus lagi memperjuangkan Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Manar diberangus AS saat mencoba siaran di Thailand. Ferry menilai, segala tudingan terorisme terhadap Al Manar adalah tidak beralasan. Pemerintah Indonesia jangan sampai ditekan AS untuk menghentikan Al Manar siaran di Indonesia.
"Tidak boleh terjadi pencekalan. Indonesia adalah berdaulat. Al Jazeera dan Al Manar bisa digunakan pemerintah untuk menunjukan sikap politik yang bebas aktif," kata Ferry.
Ferry mengungkapkan AS menempelkan label teroris pada Al Manar karena TV ini paling keras mengkritisi invasi Israel ke Libanon 2006 silam. Namun justru perlakuan AS dan Israel malah membuat Al Manar naik daun.
"Siarannya macam-macam kok, ada berita, ekonomi, pendidikan dan acara anak-anak," pungkas pria yang sedang berada di Yaman atas undangan Al Quds Foundation milik syekh Yusuf Qardhawi.
Diskusikan pro-kontra Anda atas berita ini hanya di thread khusus pada forum diskusi! (fay/nrl)











































