Kepada wartawan, Kepala Dinas Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Ismail Titapele, menjelaskan UN dilaksanakan serentak di Maluku, baik pada level SMA maupun SMK. "Kami minta masyarakat dapat menjaga kondisi keamanan yang baik demi lancarnya pelaksanaan UN," pinta Titapele.
Tahun lalu, kata dia, pemerintah menetapkan standar kelulusan sebesar 5,00. Sementara tahun ini naik menjadi 5,25.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama dikeluhkan Rasdiyanti Kaliky, Siswa SMA Negeri 11 Ambon. "Dengan standar 5,00 saja, banyak siswa yang tidak lulus. Apalagi standarnya dinaikan," kata Rasdiyanti.
Kendati demikian, kedua siswa ini optimis dapat melewati hadangan UN. "Saya optimis dengan pematangan dan belajar tambahan yang diberikan guru, saya dapat melewati UN ini," tandas Randy.
Bagi siswa yang tidak mengikuti UN, kata Kadiknas, Ismail Titapele, pihaknya menyediakan kesempatan ujian susulan pada 28 April nanti. "Itu kalau sang siswa sakit atau terlambat dalam perjalanan untuk UN," tukasnya.
Sementara itu, bahan ujian yang akan dujiankan di Kota Ambon diamankan pihak Polres Pulau Ambon dan pulau-pulau Lease. "Kita sudah siapkan personil untuk melakukan pengamanan baik terhadap lokasi maupun soal ujiannya," cetus Kapolres, AKBP Didiek Widjanarko, kepada detikcom, di Mapolres Ambon, Jl dr Latumeten, Prigilima Ambon. (han/djo)











































