"Alih teknologi itu manis dibibir tapi sulit. Maka kita bantu untuk memilihkan (teknologi) yang tepat untuk geografik atau postur prajurit TNI AL," kata Menristek Kusmayanto Kadiman.
Hal tersebut diungkapkan usai penandatangan MoU antara TNI AL dengan Kementerian riset dan Teknologi di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda tangan yang disepakati diantaranya berisi poin peremajaan alutsista TNI AL baik alat angkut, peralatan elektronik maupun persenjataan. MoU ini akan berlaku selama lima tahun.
"Kita upayakan agar usia baik bagian mekanik, elektronik maupun kimia bisa lebih panjang melalui modernisasi," tutur dia.
Kusmayanto mencontohkan peremajaan yang dilakukan berupa radar dan roket-roket yang sudah mendekati akhir mata pakainya.
Sementara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Sumarjono berharap MoU dapat memperkuat pertahanan negara Indonesia untuk jangka panjang.
"Ke depan saya berharap langkah awal ini dapat ditindaklanjuti kedua institusi, sehingga mampu memberikan sumbangsih bagi upaya pertahanan negara dan kemajuan bangsa," pungkasnya. (ptr/fay)










































