Krisis Penyanderaan, Spanyol Minta Bantuan AS & Prancis

Krisis Penyanderaan, Spanyol Minta Bantuan AS & Prancis

- detikNews
Selasa, 22 Apr 2008 10:13 WIB
Jakarta - Pemerintah Spanyol meminta bantuan negara-negara asing untuk mengakhiri krisis penyanderaan warga negaranya di perairan lepas pantai Somalia.

Permohonan bantuan itu disampaikan Spanyol kepada pemerintah AS, Prancis dan NATO. Demikian disampaikan juru bicara pemerintahan Spanyol seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/4/2008).

Kementerian Pertahanan Spanyol menyatakan, sebanyak 26 kru kapal nelayan Spanyol disandera di perairan lepas pantai Somalia. Mereka terdiri dari 13 warga Spanyol dan 13 warga negara Afrika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para bajak laut yang menyandera mereka pada Senin, 21 April lalu itu menuntut uang tebusan. Kapal militer Spanyol tengah mengarah ke kawasan penyanderaan di Afrika timur itu. Kapal tersebut akan tiba di lokasi dalam waktu 24 hingga 36 jam.

Untuk membahas krisis ini, Wakil Perdana Menteri Spanyol Maria Teresa Fernandez de la Vega memimpin rapat para menteri senior kabinet. Ini termasuk Menteri Luar Negeri Miguel Angel Moratinos dan Menteri Pertahanan Carme Chacon.

"Kami telah meminta bantuan Prancis dan Amerika Serikat," kata juru bicara pemerintah Spanyol. Kedua negara itu memang menempatkan pasukan militernya di daerah tersebut.

Diimbuhkannya, Kementerian Pertahanan Spanyol juga telah melakukan kontak dengan otoritas NATO.
Madrid juga tengah menghubungi Inggris dan negara-negara sekutu lainnya yang menempatkan pasukan militernya di kawasan itu.

Wilayah perairan Somalia tersebut memang rawan kejahatan. Kawasan itu dianggap sebagai salah satu wilayah perairan paling berbahaya di dunia. (ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads