Permohonan bantuan itu disampaikan Spanyol kepada pemerintah AS, Prancis dan NATO. Demikian disampaikan juru bicara pemerintahan Spanyol seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/4/2008).
Kementerian Pertahanan Spanyol menyatakan, sebanyak 26 kru kapal nelayan Spanyol disandera di perairan lepas pantai Somalia. Mereka terdiri dari 13 warga Spanyol dan 13 warga negara Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membahas krisis ini, Wakil Perdana Menteri Spanyol Maria Teresa Fernandez de la Vega memimpin rapat para menteri senior kabinet. Ini termasuk Menteri Luar Negeri Miguel Angel Moratinos dan Menteri Pertahanan Carme Chacon.
"Kami telah meminta bantuan Prancis dan Amerika Serikat," kata juru bicara pemerintah Spanyol. Kedua negara itu memang menempatkan pasukan militernya di daerah tersebut.
Diimbuhkannya, Kementerian Pertahanan Spanyol juga telah melakukan kontak dengan otoritas NATO.
Madrid juga tengah menghubungi Inggris dan negara-negara sekutu lainnya yang menempatkan pasukan militernya di kawasan itu.
Wilayah perairan Somalia tersebut memang rawan kejahatan. Kawasan itu dianggap sebagai salah satu wilayah perairan paling berbahaya di dunia. (ita/nrl)











































