"Nggak (berminat) sampai sekarang," ujar Halim Mahfudz, Direktur Komunikasi PT Direct Vision, pengelola Astro TV kepada detikcom, Selasa (22/4/2008).
Halim menuturkan, untuk menyiarkan stasiun anti Israel itu tidak mudah. "Ngomong satelit tidak sesederhana itu. Kita terikat kontrak. Tahun 2005 kita sudah menyurati, nggak ada transporder yang berminat ke peralatan kami," jelas Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak tahu. Itu bukan bidang saya," kata dia.
Diskusikan pro-kontra Anda atas berita ini hanya di thread khusus pada forum diskusi! (nik/aba)











































