Jangan kaget, Ki Joko memang tidak sedang pentas wayang kulit di pelosok-pelosok desa di Jawa melainkan di acara pagelaran wayang kulit di Selandia Baru. Pagelaran iktu dilakukan di sebuah museum di negara itu, Pataka, pada 13 April 2008 lalu.
Wayang yang ditampilkan di Museum Pataka yang terletak sekitar 30 km dari Ibukota Selandia Baru, Wellington, itu diiringi kelompok gamelan Padhang Moncar, New Zealand School of Music, Victoria University, Wellington. Pemainnya tentu saja bule-bule Selandia Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
wayang kulit berdurasi 2 jam itu.
Beberapa saat sebelum pentas, lanjut Budi dalam pesan tertulisnya ke redaksi detikcom, Selasa (22/4/2008), terlebih dulu diadakan workshop cara memainkan wayang. Pesertanya pun tidak sedikit, sekitar 40 orang termasuk anak-anak.
Semingu sebelumnya juga telah digelar sejumlah workshop gamelan dan wayang di Sekolah Menengah Atas Marsden Karori School dengan 90 siswa peserta. Sedangkan di kegiatan yang sama di Paremata Intermediate School diikuti 83 murid dan guru. (irw/aba)











































