Hotel Sheraton yang berbintang lima terletak di Gazzah dekat Majid Kucing dan Hotel Sofitel di Gararah. Diperkirakan masih banyak hotel ternama lainnya akan bernasib sama.
"Hotel Sheraton Makkah yang letaknya dekat Maulid Nabi Babus Salam ikut dibongkar, Hotel Sofitel yang berdiri dipinggiran Bab Umrah sudah mulai diruntuhkan," demikian disampaikan H Sulaiman Salim, salah seorang jamaah umrah saat ditemui di depan Hotel Sheraton, Makkah, hari ini Selasa (22/4/2008)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulaiman yang sedang melaksanakan umrah ikut salah satu rombongan travel yang tidak disebutkan nama perusahaannya, kagum dan terheran betapa besarnya perhatian kerajaan Arab Saudi terhadap pengembangan dan perluasan tempat ibadah ummat muslim di tanah suci Makkah.
"Tahun 2007 yang lalu, saya umrah bersama keluarga tinggal di Hotel Sofitel itu dan ada restoran bakso Mang Udin di lantai dasar cukup enak, tapi sekarang hotelnya sudah dibongkar," sambung Sulaiman.
H Sulaiman juga tidak bisa membayangkan bahwa bagaimana musim haji mendatang. Jamaah haji dari Indonesia otomatis pemondokannya bergeser jauh keluar akibat pembongkaran sejumlah gedung dan hotel tersebut.
Proyek perluasan pelataran sebelah utara Masjidil Haram seluas 300 ribu meter persegi menggusur sekitar seribu gedung dan hotel yang terletak di wilayah Gazzah, Raqubah (Pasar Seng), Gararah, Falaq Syamia dan Jabal Hindi.
Perluasan Masjidil Haram Makkah kali ini terbesar sepanjang sejarah di kota Makkah dan Madinah. Proyek menelan biaya 6 miliar Riyal Saudi dengan kontraktor termasyhur, Bin Laden. (aba/aba)











































