Garda Bangsa Jaga Kantor DPP PKB Cegah Serbuan Kubu Cak Imin

Garda Bangsa Jaga Kantor DPP PKB Cegah Serbuan Kubu Cak Imin

- detikNews
Senin, 21 Apr 2008 21:33 WIB
Jakarta - Mulai hari ini, Senin (21/4/2008), penjagaan kantor DPP PKB di Jl. Kalibata Timur, Jakarta Selatan, semakin diperketat. Ada 150 personel, sebagian adalah massa Garda Bangsa, yang disiagakan. Mereka berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan penyerbuan kubu PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Pemantauan detikcom, hingga pukul 21.30 WIB, personel Garda Bangsa dan elemen lain ini siaga di berbagai titik. Sebagian berjaga di depan gerbang, sebagian lain disebar di berbagai tempat. Sebagian dari mereka tampak mengenakan seragam warna hitam-hitam, bersepatu lars dan mengenakan slayer.

Agus Jui Purnawan, Wakil Ketua Umum DPP Garda Bangsa, mengaku penyiagaan personel ini untuk mengantisipasi isu adanya penyerbuan kubu Cak Imin. "Katanya sih mereka mau ambil alih. Tapi mudah-mudahan tidak," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, pada Sabtu (19/4/2008), saat Cak Imin dan kubunya menggelar jumpa pers, sempat ada kelompok massa yang datang. "Mereka itu orang lain yang mengatasnamakan Garda Bangsa. Gara-gara ini, kita mendapat teguran dari DPP PKB," ujar Agus yang berdiri di belakang Gus Dur itu.

Agus menjelaskan pengamanan ini merupakan inisiatif Garda Bangsa sendiri. Ada sekitar 50 personel Garda Bangsa dan 100 orang lainnya dari elemen lain, termasuk Pagar Nusa. Bila personel Garda Bangsa mengenakan seragam hitam-hitam, massa lainnya ini mengenakan rompi hijau bertuliskan 'PKB'.

Sekitar 100 orang dari elemen di luar Garda Bangsa ini baru datang malam ini, kemudian langsung diberi rompi PKB. "Ini bentuk apresiasi teman-teman di luar komunitas Garda Bangsa. Kami memiliki kepedulian yang besar atas yang terjadi di PKB. Mereka ingin memberi dukungan kepada Gus Dur yang telah disakiti. Karena kemarin ada isu penyerbuan, maka teman-teman langsung gabung," jelas Agus.

Penjagaan kantor DPP PKB yang saat ini dikuasai kubu Gus Dur ini akan dilakukan terus menerus. "Kami akan terus menjaga ini dan kami akan berlakukan sistem shift," ujar Agus.
(asy/aba)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini