"Daripada berdakwah bagi non-muslim, adalah lebih bermartabat mengajak orang yang telah meyakini Allah. Bilapun mereka masih meyakini nabi sesudah Muhammad, itu yang perlu disadarkan. Diajak dialog, bukan mengancam ataupun menggunakan kekerasan," kata Din Syamsudin usai membuka Rakornas PMB di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, (21/4/2008).
Untuk itu, dia meminta pemerintah tidak terpancing dan akan memperkeruh suasana. Jika persoalan tersebut masih perbedaan keyakinan, pemerintah tidak perlu campur tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap dan perilaku anarkis yang dilakukan kelompok Islam garis keras,menurutnya, hanya akan mencoreng nama baik Islam. "Cara-cara kekerasan hanya mencoreng Islam. Citra Islam menjadi buruk," tegasnya. (Ari/aba)











































