Panglima: Latgab Tangkal Ancaman di Perbatasan

Panglima: Latgab Tangkal Ancaman di Perbatasan

- detikNews
Senin, 21 Apr 2008 18:46 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso membantah kalau Latihan Gabungan TNI 2008 di empat wilayah bagian utara Indonesia karena meningkatnya ancaman keamanan di perbatasan. Justru, latihan itu guna meningkatkan kemampuan menangkal hal tersebut.

"Semua wilayah di Indonesia sebenarnya menjadi tempat wilayah untuk latihan. Tapi, saat ini di perbatasan untuk menangkal itu," kata Djoko dalam jumpa pers usai pembukaan Latihan Gabungan TNI 2008 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (21/4/2008).

Menurut Djoko, potensi ancaman di wilayah perbatasan memang rawan pelanggaran perbatasan. Pelanggaran di perbatasan itu bisa dilakukan perorangan yang bersifat kriminal, maupun kejahatan transnasional, illegal logging, illegal fishing dan sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tugas TNI, sebenarnya lanjut Djoko, juga menjaga wilayah perbatasan. Seperti diberitakan sebelumnya, Latgab TNI 2008 kali ini merupakan yang pertama dilakukan di era reformasi, terakhir dilakukan sepuluh tahun lalu, kali ini dilakukan di wilayah utara Indonesia, seperti Batam, Natuna, Singkawang, Sanggata.

Djoko menambahkan, peran angkatan bersenjata di negara manapun, disamping alat pertahanan negara, juga sebagai alat tawarg bangsa. Bila kekuatan angkatan bersenjata suatu bangsa itu canggih dan kuat, secara otomatis menjadi bagian dari strategi penangkalan.

Demikian juga kemampuan, keterampilan dan militansi, semuanya adalah strategi dr penangkalan. Latihan gabungan itu juga merupakan strategi penangkalan.

"Kalau latihannya memble, orang juga akan meremehkan. Tapi kalau pasukan khusus kita mampu saling menembak berhadapan, orang pasti akan mikir juga. Kalau marinir kita sanggup berenang menyeberangi Selat Sunda, orang akan mikir juga," tandasnya. (zal/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads