"Pertama untuk keluarga Bung Karno karena ada sangkut pautnya dengan rumah itu," ujar wakil ahli waris Bambang Sukaputra saat dihubungi detikcom, Senin (21/4/2008).
Kedua, prioritas diperuntukkan untuk pemerintah. Hal ini dimaksudkan agar kelangsungan situs bersejarah tersebut bisa terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tidak ada penawaran dari kedua pihak, baru kemudian masyarakat umum atau swasta bisa menawar. Tentang penawaran dari pihak swasta, Bambang mengaku sudah ada yang datang dari dalam dan luar negeri.
"Sudah ada dari dalam dan luar negeri. Tapi jumlahnya off the record," ungkapnya.
Kekhawatiran terbesar bila rumah tersebut dibeli swasta adalah alih fungsi dan kehilangan nilai sejarahnya. Bagaimana bila rumah tersebut dijadikan pusat perbelanjaan atau SPBU?
Bambang mengaku tidak mensyaratkan agar siapapun pembelinya menggusur rumah tersebut. Ia hanya memberikan imbauan saja.
"Harapan kita jangan diubah. Ini adalah aset bangsa. Jangan diubah jadi mal atau pabrik kecap," harapnya.
Oleh karena itu, Bambang masih berharap agar pemerintah yang membelinya. Dia meminta pemerintah bergerak cepat karena penawaran dari pihak swasta terus berdatangan.
"Kami berharap pemerintah yang membeli. Ini menyangkut siapa yang cepat. Kita tidak punya batas waktu," pungkasnya. (gah/nvt)











































