"Kira-kira Rp 4-5 juta. Itu belum untuk gaji orang untuk bersih-bersih dan segala macam," kata wakil ahli waris Bambang Sukaputra saat dihubungi detikcom, Senin (21/4/2008).
Bambang membantah jika penjualan rumah tersebut dikaitkan dengan masalah keuangan para ahli warisnya. Hanya saja, ia mengungkapkan, tidak semua ahli waris tergolong orang mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesulitan untuk merawat rumah tersebut semakin besar tatkala tidak ada lagi keluarga yang tinggal di sana. Cucu dan cicit kakak Bung Karno sebagai pemilik rumah tersebut sudah tidak tinggal lagi di sana.
"Dulu ada putrinya terus ada cucunya. Tapi sekarang sudah pindah tinggal di Jakarta dan Surabaya," ujarnya.
Selain itu, penjualan dimaksudkan untuk mencegah perselisihan sesama ahli waris. Makin lama warisan tidak dibagi-bagi, maka kemungkinan muncul perselisihan sesama ahli waris makin besar.
"Yang 12 (ahli waris) ini cucu. Bagaimana nanti kalau sudah sampai cicitnya. Makin banyak pertengkaran," jelas Bambang.
Rumah yang pernah ditinggali Bung Karno semasa kecilnya itu berdiri di tanah seluas 1,5 hektar. Sementara itu luas bangunan sekitar 3.000 m2 dan berisi peninggalan Bung Karno seperti foto dan tempat tidur ayah-ibu tokoh proklamator RI itu. (gah/nrl)











































