Rumah Soekarno Ditawarkan pada Pejabat, Pemkot Hingga Muri

Rumah Soekarno Ditawarkan pada Pejabat, Pemkot Hingga Muri

- detikNews
Senin, 21 Apr 2008 16:35 WIB
Jakarta - Jangan salahkan ahli waris jika nanti rumah peninggalan Bung Karno dibeli pihak swasta. Sebab sudah hampir setahun rumah tersebut ditawarkan ke pejabat, Pemkot Blitar, sampai Museum Rekor Indonesia (Muri).

"Semua ahli waris 12 orang rapat 16-17 Juni 2007 setuju untuk menjual. Kita kirim surat ke walikota, gubernur sampai presiden tapi tidak ada tanggapan," kata wakil ahli waris Bambang Sukaputra saat dihubungi detikcom, Senin (21/4/2008).

Usaha agar saksi bisu sejarah Bung Karno tidak lepas ke tangan swasta atau pun asing juga dilakukan salah satu ahli waris yang pernah menjabat sebagai anggota MPR. Sejumlah pejabat ditawari, namun tetap tidak ada respons.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adik saya bekas anggota MPR, lalu (rumah) ditawarkan ke sejumlah pejabat. Tetapi kok rasanya nggak ada tanggapan," ungkapnya.

Bahkan, menurut Bambang, ahli waris pernah mengusulkan agar Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk membeli rumah yang dibangun di tanah seluas lebih kurang 1,5 hektar itu. Sayangnya, lagi-lagi mentok.

"Sudah ditawarkan ke Muri. Jadikanlah rumah ini rumah yang paling banyak dikunjungi," katanya.

Pemerintah sudah diberi kesempatan untuk membeli warisan bersejarah itu. Bahkan sampai saat ini kesempatan itu masih dibuka. Tetapi tawaran itu tak kunjung datang.

"Kita sudah terima tawaran dari dalam dan luar negeri. Tetapi dari pemerintah belum ada sampai sekarang," pungkasnya.

Rumah Bung Karno terletak di pusat kota Blitar. Di rumah ini Bung Karno melewatkan masa kecilnya sebelum menuntut ilmu ke kota lain. Rumah itu diwariskan kepada Sukarmini Wardoyo, kakak Bung Karno. Ahli waris kesulitan merawat rumah tersebut dan bermaksud menjualnya dengan harga penawaran Rp 50 miliar. (gah/nrl)


Berita Terkait