"Siapa saja yang bisa menangkap Simon, saya kasih hadiah Rp 50 juta," tantang Kapolres, AKBP Didiek Widjanarko, kepada wartawan di Mapolres, Jl dr Latumeten Prigilima Ambon, Senin (21/4/2008).
Diketahui, sejak kasus pembentangan bendera RMS dan tarian cakalele RMS di gelar saat Harganas, aktor utama bernama Simon Saiya, oleh pihak Polda Maluku ditetapkan sebagai DPO. "Hingga kini yang bersangkutan belum ditemukan," ujar Kapolres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pemeriksaan para tersangka tarian cakalele RMS di lapangan Merdeka saat Harganas berlangsung, semuanya mengarah kepada Simon Saiya, selaku aktor utamanya.
Mengantisipasi HUT RMS pada 25 April nanti, Kapolres menandaskan, pihaknya sudah mendeteksi dini upaya kelompok tertentu yang ingin memprovokasi warga. "Umumnya jelang 25 April ada keresahan yang muncul di masyarakat. Di antaranya pengibaran bendera RMS, upacaya atau penyebaran selebaran gelap," kata Kapolres.
Kapolres juga mengungkapkan, satu buronan RMS lainnya, Daniel Saiya alias Dangker, Sabtu (19/4/2008) kemarin berhasil diciduk di Desa Hukurilla, Kecamatan Leitimur Selatan, kota Ambon.
Dangker diciduk Polisi, setelah mendapat informasi masyarakat setempat yang curiga dengan kehadirannya menjelang 25 April.
"Setelah dapat informasi, anak buah saya langsung lakukan pengintaian terhadap sepak terjang Dangker. Saat ini tersangka mendekam di tahanan Polda Maluku," ungkap Kapolres. (han/djo)










































