Set set set. IVA bekerja dengan cepat. Dalam waktu kurang dari tiga menit, hasilnya sudah bisa diketahui.
Pemeriksaan IVA dilakukan dengan cara melihat langsung leher rahim yang telah dipulas dengan larutan asam asetat 3-5%. Jika tidak ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka hasil pemeriksaan dinyatakan negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika masih tahap lesi, pengobatannya cukup mudah. Bisa langsung diobati dengan metode krioterapi atau gas dingin yang menyemprotkan gas CO2 atau N2 ke leher rahim.
"Biasanya jika masih tahap ini persentase kesembuhannya hampir 100%" ujar dokter spesialis SpOG, dr Lalila Nurana di sela-sela pencanangan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim.
Biaya IVA hanya berkisar Rp 5.000. Sedangkan untuk krioterapi biayanya sekitar Rp 200.000. Namun di Puskesmas-puskesmas, pengobatan ini bisa gratis, karena disubsidi oleh pemerintah.
Bandingkan dengan biaya pengobatan apabila sel-sel kanker sudah mengganas, minimal Rp 15 hingga 20 juta harus keluar.
Karena IVA mudah dan murah, diharapkan seluruh puskesmas di Indonesia dapat segera melayani pemeriksaan ini.
dr Lalila mengaku, jumlah wanita yang mau melalukan deteksi awal IVA ini maupun metode pap smear masih sedikit. "Karena ini menyangkut organ genital, bisanya para wanita masih malu," ungkapnya.
Untuk mengatasi hal itu, maka kini diharapkan petugas kesehatan di lapangan lebih sering memberikan informasi tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim.
"Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran wanita untuk mau melakukan deteksi dini," pungkasnya. (rdf/nvt)











































