Dicap Tidak Islami, Drama India Dilarang di Afghanistan

Dicap Tidak Islami, Drama India Dilarang di Afghanistan

- detikNews
Senin, 21 Apr 2008 00:07 WIB
Kabul - Sejumlah opera sabun India akan ditarik dari peredaran di Afghanistan. Gara-garanya, para ulama menilai drama India tidak islami dan tidak sesuai dengan budaya Afghanistan.

Salah satu stasiun televisi di Afghanistan sudah menarik opera sabun India-nya yang berjudul Kumkum. Kumkum menjadi korban pertama yang harus dilarang atas permintaan pemerintah, seperti dilansir AFP, Minggu (20/4/2008).

"Di bawah tekanan Menteri Informasi dan Budaya, kita hentikan salah satu tayangan kita yang terkenal, drama India. Drama itu terkenal dan punya banyak fans," ujar kepala editor berita dan jubir televisi swasta Ariana, Abdul Qadir Mirzai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saking populernya, banyak sponsor yang memasang iklan di opera sabun itu. Dengan dihentikannya Kumkum, Ariana terancam kehilangan pendapatan besar. Selain Kumkum, opera sabun yang diminta ditarik adalah Kyon Ki Saas Bi Kabhi Bahu Thi atau yang dikenal dengan Tulsi, dan Kasauti Zindagi Kay yang diputar di televisi swasta Tolo.

Sementara Kementerian Budaya yang dikepalai seorang konservatif dan kontroversial, Abdul Karim Khurram, memang mengeluarkan ultimatum kepada beberapa televisi swasta agar menarik drama sejenis.

"Jika mereka tidak menarik hingga Selasa, mereka akan berhadapan dengan pengadilan pemerintah," ujar jubir Kementerian Budaya Hamid Naseery.

Sejumlah drama India dilarang karena menceritakan percintaan dan intrik yang dialami keluarga Hindu India. Majelis Ulama Nasional menilai opera sabun tersebut tidak islami. Opera sabun India melejit sejak jatuhnya pemerintahan Taliban di Afghanistan. (nwk/nwk)


Berita Terkait