Demikian sikap Ahmadiyah yang dibacakan oleh Ketua Pemuda Ahmadiyah, Abdul Latief, dalam konferensi pers di depan Masjid Al Hidayah, markas Ahmadiyah, Jl. Balikpapan 1, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2008). Tak ada tanya jawab dengan wartawan saat itu, selain Abdul Latief membacakan pernyataan sikapnya.
Ada empat sikap yang disampaikan Ahmadiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Kami sejak awal kemerdekaan merupakan warga negara yang senantiasa bangga dan cinta terhadap nilai-nilai Pancasila. Kami bisa hidup berdampingan secara damai di tengah keragaman tanpa kekerasan dan ancaman. Pada masa Orla dan Orba, kami betul-betul merasakan nuansa tersebut. Tapi pada masa reformasi, justru kami sedang berada dalam ancaman dan tekanan.
3. Kami adalah pihak yang senantiasa dirugikan akibat munculnya berbagai pandangan keagamaan dan keputusan pemerintah. Karena pada umumnya hal tersebut disertai aksi massa yang menyebabkan kerugian, baik kerugian fisik maupun nonfisik, kemudian material dan nonmaterial.
4. Sejak semula dan sampai kapan pun, syahadat kami adalah asyhadu alla ilaaha illallah, waasyhadu anna muhammadarrasulullah. Karena itu, Jemaat Ahmadiyah merupakan bagian dari umat Islam yang menjalankan aqidah dan syariat Islam sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, hingga puku 14.15 WIB, sejumlah polisi masih tampak menjaga Masjid Al Hidayah. Namun, pengamanan tidak seketat pagi hari. Sebab, sekitar pukul 13.00 WIB, setengah kekuatan personel polisi ditarik ke Markas Polres Jakarta Pusat. (asy/djo)











































