Ahmadiyah: Kami Merasa Nyaman di Masa Orla dan Orba

Ahmadiyah: Kami Merasa Nyaman di Masa Orla dan Orba

- detikNews
Minggu, 20 Apr 2008 14:16 WIB
Jakarta - Jamaat Ahmadiyah menilai ribuan orang yang berunjuk rasa meminta pembubaran Ahmadiyah di depan Istana Kepresidenan bukanlah mempresentasikan keseluruhan umat Islam. Ahmadiyah juga merasa terancam saat ini. Padahal di zaman Orde Lama (Orla) dan Orde Baru (Orba), mereka merasa nyaman.

Demikian sikap Ahmadiyah yang dibacakan oleh Ketua Pemuda Ahmadiyah, Abdul Latief, dalam konferensi pers di depan Masjid Al Hidayah, markas Ahmadiyah, Jl. Balikpapan 1, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2008). Tak ada tanya jawab dengan wartawan saat itu, selain Abdul Latief membacakan pernyataan sikapnya.

Ada empat sikap yang disampaikan Ahmadiyah.

1. Kami yakin sebagian besar umat Islam adalah moderat, menghendaki kedamaian dan kenyamanan dalam negeri yang mempunyai falsafah Bhinneka Tunggal ika. Maka dari itu, apel siaga (demo di Monas dan Istana) tidak serta merta mempresentasikan keseluruhan umat Islam di tanah air.

2. Kami sejak awal kemerdekaan merupakan warga negara yang senantiasa bangga dan cinta terhadap nilai-nilai  Pancasila. Kami bisa hidup berdampingan secara damai di tengah keragaman tanpa kekerasan dan ancaman. Pada masa Orla dan Orba, kami betul-betul merasakan nuansa tersebut. Tapi pada masa reformasi, justru kami sedang berada dalam ancaman dan tekanan.

3. Kami adalah pihak yang senantiasa dirugikan akibat munculnya berbagai pandangan keagamaan dan keputusan pemerintah. Karena pada umumnya hal tersebut disertai aksi massa yang menyebabkan kerugian, baik kerugian fisik maupun nonfisik, kemudian material dan nonmaterial.

4. Sejak semula dan sampai kapan pun, syahadat kami adalah asyhadu alla ilaaha illallah, waasyhadu anna muhammadarrasulullah. Karena itu, Jemaat Ahmadiyah merupakan bagian dari umat Islam yang menjalankan aqidah dan syariat Islam sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, hingga puku 14.15 WIB, sejumlah polisi masih tampak menjaga Masjid Al Hidayah. Namun, pengamanan tidak seketat pagi hari. Sebab, sekitar pukul 13.00 WIB, setengah kekuatan personel polisi ditarik ke Markas Polres Jakarta Pusat. (asy/djo)


Berita Terkait