RI Dituduh, Ramos Horta Sebut Media Salah Kutip

RI Dituduh, Ramos Horta Sebut Media Salah Kutip

- detikNews
Minggu, 20 Apr 2008 14:14 WIB
Dili - Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta tidak pernah bermaksud menyalahkan Indonesia ikut andil dalam penyerangannya pada awal tahun ini. Menurut Horta telah terjadi salah kutip dari pernyataannya oleh media.

Penerima penghargaan Nobel ini ditembak di kediamannya di Dili oleh pemberontak pada 11 Februari 2008 lalu. Pada saat itu Presiden Xanana Gusmao juga menjadi target, namun lolos dari serangan.

Horta kembali ke Dili pada Kamis pekan ini setelah menjalani perawatan medis selama 2 bulan di Australia. Dan di akhir pekan, Horta dikabarkan menyebut elemen-elemen di Australia dan Indonesia ikut berperan dalam aksi penyerangan terhadap dirinya.

Tentu saja pernyataan ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kaget. Presiden SBY bahkan menggelar jumpa pers khusus mengenai tudingan ini. Namun Horta segera menjelaskan bahwa dia tidak pernah menuduh Indonesia atau angkatan bersenjata Indonesia.

"Ini penggambaran yang salah dari media. Saya selalu mengatakan individu-individu di Indonesia. Individu bisa jadi dari warga Timor Leste atau mereka yang ingin menjadi warga negara Indonesia," kata Ramos Horta seperti dilansir AFP, Minggu (20/4/2008).

Seperti diketahui puluhan dari ribuan warga Timor Leste melarikan diri ke Indonesia selama kerusuhan pada 1999 untuk kemerdekaan. Banyak di antara mereka memilih tetap di Indonesia. (mly/asy)


Berita Terkait