Seperti dikutip dari VOA News, Minggu (20/4/2008), pertemuan itu sejatinya ditentang pihak AS dan Israel.
Carter pun, setelah melakukan pertemuan tidak mengungkapkan apa yang dibicarakannya dengan Meshaal. Pernyataan resmi keluar dari juru bicara Hamas Mohammad Nazzal, disebutkan Carter berbicara mengenai gencatan senjata antara Israel dan pejuang Hamas, pertukaran tahanan, dan pembukaan blokade oleh Israel atas Jalur Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pertemuan Carter dan Meshaal ini menuai kritik dan ketidak setujuan dari AS dan Israel. Alasannya, 2 negara itu beranggaapan kalau Hamas adalah kelompok teroris.
Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev, bahkan menegaskan bahwa Hamas bukanlah kawan dalam perdamaian. Tetapi Carter menegaskan bahwa perdamaian di kawasan itu tidak mungkin terjadi tanpa melibatkan Hamas, mengingat kelompok ini memenangi pemilihan parlemen pada 2006 lalu.
Carter tercatat pernah menjadi mediator pada perjanjian Camp David pada 1978 lalu, antara Israel dan Mesir. Dan kemudian pada tahun-tahun terakhir ini, Carter terus mengkritik Israel, yang bahkan dalam bukunya pada 2006, dia menyebut Israel menerapkan kebijakan sistem apartheid di kawasan yang didiami penduduk Palestina. (ndr/)











































