Tapi justru yang terjadi bukan mendapatkan makanan, anaknya malah terancam tidak makan. Sebab kini Nuryati mendekam di sel Polsekta Ilir Timur (IT) II, Lemabang, Palembang.
Ceritanya bermula saat ibu empat anak ini, sekitar pukul 07.30 WIB, Sabtu (19/04/2008), menjambret kalung emas seberat 2 gram yang dikenakan seorang bocah bernama Robin (4) di JL Perintis Kemerdekaan, Lorong Pasundan RT 05 No 22 Kelurahan 5 Ilir Kecamatan IT II Palembang.
Saat itu Nuriyanti hendak mengantar anaknya ke sekolah, tetapi karena anaknya tidak mau sekolah lalu mereka pun pulang lagi. Nah, di tengah jalan dia melihat Robin yang mengenakan kalung emas seberat.
Tanpa pikir panjang, Nuryati lalu memegang Robin dan melepaskan kalung tersebut dari lehernya. Setelah itu dia pun ambil langkang seribu, berlari kencang.
Melihat kalungnya diambil, Robin sempat menangis dan berteriak bawa kalungnya diambil orang. Saat itu, datang seorang pemuda yang mengendarai motor dan bertanya kepada Robin.
Pemuda itu pun selanjutnya mengejar Nuryati. Warga yang melihatnya pun tidak tinggal diam dan turut ambil bagian.
Setelah ditangkap dan diperiksa ternyata kalung tersebut tidak ada ditangan Nuriyanti. Setelah warga mencari ternyata kalung itu disembunyikannya di sebuah pagar. Tidak lama, Robin bersama Mery (21), ibunya yang merupakan warga JL Letjen Bambang Utoyo Lorong Bugis RT 28 Kelurahan 3 Ilir Palembang pun datang. Mery membenarkan kalung itu milik anaknya.
"Saya khilaf dan tidak sengaja melakukan hal itu. Rencananya kalung itu mau saya jual dan saya belikan makanan untuk anak saya," kata Nuriyanti kepada pers saat ditahan di Mapolsekta Ilir Timur II Palembang. (tw/ndr)











































