"Pasti ada reaksi dari masing-masing pendukung. Kalau misalnya PKB Cak Imin disahkan kemudian Sekjen-nya bukan Yenny, otomatis secara legal kubunya Gus Dur tersingkir. Mereka tidak akan diam saja. Di daerah akan bergerak. Demikian pula sebaliknya," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Bima Arya.
Hal itu Bima sampaikan di Kafe Mario's Place, Menteng Huis, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima meminta kiai NU harus mengambil peran untuk mencegah konflik di PKB.
"Kalau kiai bisa mengendalikan massa, saya kira itu nggak akan terjadi," kata Bima.
"Kita memang menunggu kejaiban, kelegawaan, kebesaran hati seorang Gus Dur dan kawan-kawan yang lain, untuk duduk dan sepakat dengan satu formula. Tapi saya kira kok agak sulit ya mengharap seperti itu," lanjutnya.
(fiq/aan)











































