PKB Dobel Bak Buah Simalakama

PKB Dobel Bak Buah Simalakama

- detikNews
Sabtu, 19 Apr 2008 15:45 WIB
Jakarta - Dua kubu PKB tengah berdebar-debar menunggu keputusan Depkum HAM. Memilih kubu Muhaimin Iskandar atau Gus Dur bak memakan buah simalakama.

"Pasti ada reaksi dari masing-masing pendukung. Kalau misalnya PKB Cak Imin disahkan kemudian Sekjen-nya bukan Yenny, otomatis secara legal kubunya Gus Dur tersingkir. Mereka tidak akan diam saja. Di daerah akan bergerak. Demikian pula sebaliknya," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Bima Arya.

Hal itu Bima sampaikan di Kafe Mario's Place, Menteng Huis, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bima memprediksi akan terjadi mobilisasi massa. "Mungkin belum sampai (chaos). Tapi ada potensi mobilisasi massa. Khawatirnya, itu bisa mengganggu proses Pemilu. Misalnya saat kampanye bahkan sampai kekerasan. Gangguan semacam teror terhadap individu juga bisa saja terjadi," ujarnya.

Bima meminta kiai NU harus mengambil peran untuk mencegah konflik di PKB.

"Kalau kiai bisa mengendalikan massa, saya kira itu nggak akan terjadi," kata Bima.

"Kita memang menunggu kejaiban, kelegawaan, kebesaran hati seorang Gus Dur dan kawan-kawan yang lain, untuk duduk dan sepakat dengan satu formula. Tapi saya kira kok agak sulit ya mengharap seperti itu," lanjutnya.
(fiq/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads