Kongres yang diikuti seluruh elemen pemuda dan mahasiswa se-Riau ini digelar di Hotel Ibis, Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Sabtu (19/4/2008).
Kongres ini dipimpin mantan Mendagri Syarwan Hamid dan akan membahas tuntutan otonomi khusus ke pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan penyusupan diberluat dengan poster-poster Sutiyoso yang tampak terbalut jas hitam bertuliskan 'Sutiyoso for President 2009' bertebaran di acara itu. Peserta kongres dibagi-bagikan kalender, gantungan kunci, note book bergambar Sutiyoso.
Tidak terima kongres disusupi, ratusan mahasiswa keluar ruangan dan berorasi.
Mahasiswa lalu mengumpulkan poster Sutiyoso dan membakarnya.
"Kongres ini sudah tidak murni untuk kepentingan Otsus demi kemajuan masyarakat Riau. Namun acara ini tidak lebis sebagai ajang kampanye terselubung untuk memenangkan Sutiyoso," kata seorang mahasiswa, Herman Indra.
Mahasiswa juga mengutuk Syarwan Hamid yang berkedudukan selaku Dewan Penasehat dalam Kongres Pemuda Riau itu. Syarwan dituding memanfaatkan isu Otsus sebagai ajang kampanye terselubung untuk mengusung Sutiyoso pada Pilpres 2009.
"Syarwan itu penghianat masyarakat Riau. Enak-enaknya dia bawa-bawa nama Otsus untuk menggandeng Sutiyoso. Kongres ini jelas bukan untuk kepentingan pemuda Riau, tapi untuk
kepentingan politik Sutiyoso," lanjut Herman.
Dalam kesempatan terpisah, Syarwan Hamid menilai mengundang tokoh nasional lainnya seperti Megawati, Amien Rais atau Wiranto merupakan hal biasa dalam acara kongres.
Menurut Syarwan, mengundang Sutiyoso lebih mudah dibanding tokoh lain. Sebab, Syarwan merupakan Ketua Tim Sukses Sutiyoso.
"Tidak mungkin semua diundang sekaligus, Sutiyoso yang diundang pada acara yang pertama ini karena pasti dia mau. Soalnya saya ada di sini dan saya adalah Ketua Tim Suksesnya," tutur Syarwan. Sutiyoso pun ternyata tampak batal hadir dalam acara itu.
(cha/aan)











































