Golkar Evaluasi Sistem Kepemimpinan Urut Kacang

Golkar Evaluasi Sistem Kepemimpinan Urut Kacang

- detikNews
Sabtu, 19 Apr 2008 15:35 WIB
Jakarta - Yang senior yang akan lebih dulu mendapat kursi. Selama ini hal seperti itu yang cenderung terjadi di Golkar. Urut kacang.

Ketua FPG DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, Golkar bukannya kekurangan stok orang muda sehingga di kursi-kursi penting kebanyakan yang duduk orang tua.

"Golkar masih ada urut kacang. Kami akan mengadakan perubahan," ujar Priyo di sela-sela diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (19/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan dia, partai pohon beringin itu akan melakukan evaluasi menyeluruh. Termasuk juga mekanisme pencalonan dalam pilkada dan pilpres. "Golkar tidak alergi dengan tokoh muda," ucapnya.

Priyo menegaskan, tidak akan digelar munas untuk mengevaluasi pergantian kepemimpinan Golkar di tingkat nasional. Namun yang pasti, evaluasi menyeluruh dan konsolidasi sehebat-hebatnya akan dilakukan.Priyo sendiri memegang teguh ungkapan bahasa Jawa, ojo nggege mongso. Sing tuo kurmatono, sing bengkok lurusno. Dengan demikian, tidak perlu revolusi untuk mengganti posisi yang tua-tua di Golkar . "Artinya, jangan lewati masa. Yang tua dihormati, yang bengkok dilurua," jelasnya.

Namun pengamat politik Sukardi Rinakit tak setuju. Menurutnya, lebih tepat ungkapan sing tuo legowo, sing enom majuo. "Artinya, yang tua tahu diri dalam transisi. Dan yang muda, maju," terang Sukardi.Terkait duet yang akan 'dijual' Golkar di pilpres 2009, ada 4 opsi. Pertama, melanjutkan lagi duet SBY - JK. Kedua, JK dengan calon lain, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ketiga, koalisi dengan partai Islam. Dan keempat, koalisi dengan PDIP. (nvt/iy)


Berita Terkait