Negara Dipegang Pemimpin Muda Agar Tak Mudah Pilek

Negara Dipegang Pemimpin Muda Agar Tak Mudah Pilek

- detikNews
Sabtu, 19 Apr 2008 13:22 WIB
Yogyakarta - Idealnya seorang pemimpin negara itu dipegang oleh tokoh-tokoh muda. Sebab bila dipimpin tokoh muda akan mudah bergerak dan tidak lambanΒ  serta tidak mudah terserang sakit.

Hal itu diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault saat berbicara dalam Simposium Nasional Kepemudaan 2008 di gedung University Center (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) Bulaksumur Yogyakarta, Sabtu (19/4/2008).

"Ini bukannya saya menafikan kepemimpinan tua itu, tidak. Tapi kita ini harus berpikir selalu progresif dan integral," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, fenomena telah terjadi ketika anak-anak muda sekarang mulai bermunculan seperti dalam Pilkada di Jabar ada Hade. Pasangan dua anak muda, Ahmad Heryawan umur 41 dan Dede Yusuf 41 tahun, sehingga membuat parta-partai besar pada bingung.

"Demikian pula di Sumut dan dimana-mana sudah pada muncul. Ini tak mungkin dipungkiri dalam sebuah negara ke depan," katanya.

Dia kemudian mencontohkan saat negara Rusia dan negara-negara di Eropa Timur pecah jadi beberapa negara bagian. Cekoslovakia pecah tapi dalam waktu satu setengah bulan selesai. "Mengapa. Karena pemimpinnya kepala negara berusia 44 tahun. Ada 4 menteri berusia 40 tahun dan ada yang 39 tahun," katanya.

Bila dibandingkan negara Estonia kata dia, kepala negaranya berusia 69 tahun, sehingga saat memimpin negara itu menjadi lambat. Bila negara Estonia saja repot, apalagi Indonesia yang merupakan negara begitu besar juga pasti akan repot.

"Sebab di Indonesia itu ada 81 ribu garis pantai dan ada 17.500 pulau.Β  Besar sekali kita itu," tegas Adhyaksa.

Dia mengumpamakan bila kepala negara berumur 69 tahun akan melakukan kunjungan dari Jakarta ke Papua bisa menderita sakit pilek selama dua minggu.

Belum ada sakit-sakit yang lain serta harus mengunjungi ke daerah-daerah yang lain. "Kita bisa banyak minum suplemen terus nanti," kata dia langsung disambut tertawa peserta.

Menurut dia, ketika Bung Karno mulai memimpin negara ini juga dalam usia muda sehingga cepat sekali gerakannya. Demikian pula dengan Soeharto pada awal-awalnya memimpin juga bisa cepat bergerak.

Namun ketika mulai tua, anak-anaknya sudah besar sehingga mulai muncul sistem keluargaa. "Semuanya dari keluarga, menteri keluarga, gubernur dari keluarga hingga perusahaan juga keluarga. Ini yang kemudian mulai muncul masalah," kata Adhyaksa. (bgs/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads