"Sejak 16 April ditingkatkan statusnya menjadi siaga setelah terjadi peningkatkan jumlah gempa vulkanik B sejak tanggal 10 April," ujar petugas pos pengamatan Gunung Papandayan, Tisno di lokasi wisata Gunung Papandayan, Garut, Jabar, Sabtu (19/4/2008).
Sejak 10 April, menurut Tisno, jumlah gempa vulkanik mencapai 113 kali tiap hari. Padahal, dalam kondisi normal aktif, jumlah gempa hanya berkisar 2-4 kali dlaam sehari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tisno menambahkan, Furamola, atau genangan air kawah mencapai 47-87 derajat celcius.
Sementara kepulan asap mencapai 20-70 meter. Asap tersebut mengandung belerang cukup pekat bahkan bisa dikategorikan beracun.
"Oleh karena itu diharapkan, para pengunjung tidak mendekati lokasi kawah hingga radius 1 kilometer," kata Tisno.
Sayangnya, lanjut Tisno, hingga saat ini belum ada papan pengumuman tentang larangan mendekati kawah tersebut. Padahal, jika hujan turun, bisa mengancam para pengunjung.
Pantauan detikcom, puluhan pengunjung masih memadati lokasi wisata Gunung Papandayan. Meski jumahnya tidak sebanyak hari-hari biasa sebelum statusnya ditingkatkan menjadi waspada.
Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2.622 meter di atas permukaan laut. Gunung ini sangat terkenal di kalangan para pendaki, khususnya pendaki pemula.
Selain terkenal dengan keindahan struktur alamnya, gunung ini juga memiliki kawah belerang yang masih aktif dan masih rimbunnya padang Eidelweis. (anw/mar)











































