"Karakter melodramatik mudah bosan yang kali ini rupanya menggiat," ujar pengamat politik Sukardi Rinakit dalam diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (19/4/2008).
Hal itu disampaikan dia mengomentari fenomena unggulnya calon kepala daerah berwajah baru di Pilkada Jabar dan Sumut.
Dengan adanya parameter mudah bosan maka bisa ditampilkan wajah populer. Namun tidak melulu dari artis.
"Kalau partai besar ingin survive maka wajah alternatif yang dimunculkan," lanjut Sukardi.
Dengan adanya wajah baru, masyarakat punya mimpi baru. Mereka berharap ada perubahan yang bisa dibawa sang calon.
"Karena melodramatik, makanya banyak yang suka film India yang mengharu biru," kelakar Sukardi. (nvt/iy)











































