"Selama ini Golkar salah kalkulasi dan strategi dalam menentukan calon yang mendapat dukungan dari masyarakat, jadi sering kalah," kata pengamat politik Maswadi Rauf kepada detikcom, Sabtu (19/4/2008).
Maswadi mengatakan, agar Golkar tidak lagi menelah pil pahit di kancah pilkada, partai yang dipimpin Jusuf Kalla itu harus lebih jeli membaca peta di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perolehan suara Partai Golkar di dua pemilihan gubernur, yakni Jawa Barat dan Sumatra Utara kedodoran. Perolehan calon gubernur yang diusung Golkar dalam Pilkada Jabar, Danny Setiawan-Iwan R. Sulanjana terpuruk di urutan terakhir.
Nasib itu juga dialami pasangan Ali Umri-Maratua Simanjuntak dalam pilkada Sumatra Utara. (ken/ken)











































