"Saya berharap leadership di Timor Leste tidak mengeluarkan statemen yang bisa menimbulkan salah pengertian seolah RI terlibat. Statement demkian akan mengganggu hubungan bilateral kita yang amat baik," kata Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/4/2008).
Peringatan SBY ini untuk menanggapi pernyataan Presiden Ramos Horta yang seolah menuduh RI terlibat dalam kasus penembakan duet pucuk pimpinan Timor Leste pada 11 Februari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak lama setelah terjadinya upaya pembunuhan itu, Presiden SBY memberi pernyataan resmi yang mengecam tindakan itu. Tindakan itu dinilai sangat berpotensi mengganggu demokrasi yang tengah dikembangkan di Timor Leste.
Menyusul kemudian RI menyatakan kesediaan memberi bantuan untuk upaya stabilitas keamanan Timor Leste sebagaimana permintaan PM Xanana Gusmao. Yakni bantuan alat transportasi mengangkut logistik dan material anti huru-hara ke Dili.
"Ini menujukkan RI ingin menjaga hubungan baik dua negara," tandas SBY. (lh/ken)











































