"Pelakunya bukan WNI sebagimana dipikirkan," kata Presiden SBY dalam ketarangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/4/2008).
Pemerintah RI semula belum akan mengumumkan ditangkapnya 3 warga negara Timor Leste itu. Tapi penyataan bernada menuduh yang dilontarkan Presiden Horta kemarin mengubah skenario tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disepakati dalam pembicaraan telepon Presiden SBY dengan Presiden Horta pada 23 Maret lalu. Horta yang ketika itu tengah menjalani perawatan di Darwin, Australia, meminta bantuan kerjasama RI menindaklanjuti hasil investigasi yang menyatakan para pelaku telah melintasi perbatasan RI secara illegal.
Karena menggap kasus penembakan itu sebagai masalah serius, tanpa menunggu kedatangan PM Xanana maka pihak Indonesia memutuskan mengambil langkah cepat menggelar operasi pengejaran. Hingga akhirnya 3 pelaku penembakan itu berhasil diketahui keberadaannya dan ditahan.
Namun pihak RI tidak mau terlalu dini umumkan hal tersebut. Tujuannya agar ada cukup waktu bagi Polri dan Kejaksaan Timor Leste melakukan penyelidikan terhadap 3 oknum militer Timor Leste itu.
Informasi tentang mereka, diterima Presiden SBY dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Horta pada 23 Maret lalu. Horta yang ketika itu tengah menjalani perawatan di Darwin, Australia, meminta bantuan kerjasama RI menindaklanjuti hasil investigasi yang menyatakan para pelaku telah melintasi perbatasan RI secara illegal.
(lh/ken)











































