"Pemerintah AS menanti kelanjutan negosiasi di bawah kerangka WHO tahun ini," kata Wakil Atase Pers Kedubes AS Tristam Perry dalam surat elektronik kepada detikcom, Jumat (18/4/2008).
Berdasarkan MTA, jika virus akan digunakan untuk keperluan komersial seperti pembuatan vaksin, negara pengirim harus ikut dilibatkan. Jika virus akan digunakan untuk pengembangan senjata biologis, negara pemilik virus punya hak veto untuk menolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perry menuturkan, Menkes AS Mike Leavitt sudah bertemu Presiden SBY minggu lalu. AS menghormati kebijakan Indonesia yang meminta berbagi virus flu burung.
"AS mendukung usaha WHO untuk meningkatkan ketersediaan vaksin menghindari hambatan dalam berbagi virus influenza," lanjutnya. (fay/nrl)











































