"Namru itu memang mengundang pertanyaan. DPR sudah menanyakan pada pemerintah tapi belum diberikan penjelasan yang bisa dipahami," ujar anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan Yuddy Chrisnandi dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (18/4/2008).
Pada rapat kerja dengan Badan Intelijen Negara (BIN) beberapa waktu lalu, aktivitas Namru juga tidak bisa disampaikan dengan terang. Yang jelas, laboratorium itu meneliti berbagai jenis virus penyakit. Beberapa RS di Indonesia juga mengirimkan sampel virus ke lab tersebut untuk diteliti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy menilai, kerjasama dengan Namru tidak jelas manfaatnya, kontroversial dan tidak transparan. "Makanya dihentikan saja," cetus politisi Golkar ini.
Meskipun Indonesia telah mengirimkan draf nota kesepahaman ke AS terkait perpanjangan kerjasama, menurut Yuddy, bisa saja upaya itu dihentikan. Apalagi, MoU itu sudah 6 bulan ngendon di Negeri Paman Sam.
"Kalau MoU kan bisa saja dibatalkan. Apalagi akses kita juga terbatas untuk ke sana (Namru)," tandas Yuddy.
(nvt/nrl)










































