Dalam sidang awal ini, fakta-fakta mencengangkan dibeberkan saksi. Angie Voss, misalnya, penyidik kesejahteraan anak itu mengungkapkan bahwa sedikitnya lima anak perempuan yag usianya di bawah 18 tahun saat ini sedang hamil atau telah mempunyai anak. Juga banyak wanita di sekte itu yang sudah punya anak ketika masih berumur 13 tahun.
Bahkan Voss membeberkan detail mengejutkan lain mengenai kehidupan di sekte poligami Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS) tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah, ujar Voss, sangat sulit untuk mengindentifikasi hubungan keluarga ratusan anak-anak itu.
Voss bersaksi bahwa melalui wawancara mereka dengan para gadis di sekte tersebut, diyakini ada pola perkawinan paksa antara anak-anak di bawah umur dengan pria-pria yang lebih tua.
Sekte poligami ini dipimpin oleh Warren Jeffs yang mengaku sebagai nabi sekte tersebut. Pria itu saat ini sedang menjalani hukuman penjara karena memaksa seorang anak di bawah umur menikah di Utah, AS.
Dikatakan Voss, jika nabi sekte menyuruh seorang gadis untuk menikah ataupun berbohong, gadis itu akan melaksanakannya. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Jumat (18/4/2008).
Di persidangan itu, pejabat negara bagian meminta hakim untuk memberikan izin melakukan tes DNA pada anak-anak dan orang dewasa di sekte tersebut. Ini dikarenakan adanya praktek poligami di sekte tersebut sehingga menyulitkan untuk mencocokkan hubungan darah antara anak-anak dan orangtua mereka.
Hakim belum memutuskan soal itu. Persidangan akan kembali dilanjutkan pada Jumat, 18 April waktu setempat atau Sabtu, 19 April WIB.
(ita/nrl)











































