"Ada kejanggalan. Mau meneliti kesehatan kok di bawah militer, nyantolnya di Depkes," ujar Menkes Siti Fadilah Supari dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (18/4/2008).
Nyantol di Depkes yang dimaksud Fadilah adalah lokasi Laboratorium Namru 2 yang berada di kompleks Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Namun Fadilah menggaris bawahi, soal militer itu tugas Dephan. Sedangkan tugas dirinya sebagai Menkes hanyalah menyoroti substansi penelitian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak kerja sama Namru dengan Indonesia sebenarnya sudah berakhir pada akhir Desember 2005. Namun laboratorium yang telah berada di Indonesia sejak 1970 ini masih melakukan penelitian.
Draf nota kesepahaman untuk melanjutkan kerja sama telah dikirimkan Indonesia ke AS sekitar 6 bulan lalu. Namun hingga kini belum ada balasan dari Washington.
"Masih menggantung," cetus Fadilah.
Laboratorium Namru 2 diisi analis yang sekitar 80 persen adalah orang Indonesia. Mereka bukan berasal dari Depkes. Sedangkan penelitinya, sebagian besar adalah orang bule. Kelak, jika kerjasama Namru dengan Indonesia dilanjutkan, Fadilah berharap penelitian akan berlangsung lebih transparan. (nvt/nrl)










































