Sidang Kasus Sekte Poligami Digelar, Libatkan 350 Pengacara

Sidang Kasus Sekte Poligami Digelar, Libatkan 350 Pengacara

- detikNews
Jumat, 18 Apr 2008 10:30 WIB
Texas - Sidang mengenai nasib ratusan anak yang berasal dari sekte poligami di Texas, AS digelar untuk pertama kali. Sidang ini untuk memutuskan soal hak pengasuhan anak-anak tersebut. Kasus ini disebut-sebut sebagai kasus pengasuhan anak terbesar sepanjang sejarah AS.

Persidangan berlangsung ramai. Bagaimana tidak, sebanyak 350 pengacara hadir untuk membela 416 anak dan lusinan orangtua dari ranch Yearning For Zion yang dimiliki sekte Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS). Sekte tersebut merupakan pecahan dari sekte Mormon. Anak-anak di bawah umur dipelihara di sekte tersebut untuk dipaksa kawin dengan pria-pria dewasa.

Karena begitu banyak pengacara, mereka terpaksa dibagi dalam dua ruangan berbeda. Demikian seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Jumat (18/4/2008).

Di luar ruang sidang tampak seorang pria yang mengaku anggota FLDS. Dia melambai-lambaikan sebuah foto dirinya yang sedang dikelilingi empat anaknya yang masih kecil-kecil. "Lihat, lihat, lihat," kata pria itu. "Anak-anak ini semuanya tersenyum, kami bahagia," ujarnya.

Ratusan anak dari sekte poligami itu diamankan setelah seorang gadis berusia 16 tahun menghubungi nomor hot line penyiksaan dan mengatakan bahwa suaminya, anggota FLDS yang berusia 50 tahun telah memukuli dan memperkosanya.

Setelah menerima telepon itu, otoritas menggerebek ranch di Eldorado, Texas tersebut. Selama sepekan, otoritas mengumpulkan berkas-berkas, disk dan lainnya yang mungkin bisa menjadi bukti bahwa anak-anak di bawah umur dipaksa menikahi pria dewasa.

Dalam persidangan ini hakim akan memutuskan apakah akan memberikan hak pengasuhan permanen atas anak-anak tersebut kepada pemerintah negara bagian atau memulangkan mereka ke sekte poligami. Jika benar demikian, badan pengasuhan anak akan mulai mencari keluarga asuh bagi anak-anak tersebut.

Menurut pejabat-pejabat negara bagian, anak-anak tersebut mengalami penyiksaan fisik dan seksual atau berisiko mengalaminya. Ke-416 anak itu berusia antara 6 bulan hingga 17 tahun. Sekitar 100 anak di antaranya berumur di bawah 4 tahun.
(ita/nrl)


Berita Terkait