Kondisi perpolitikan tanah air sedang tidak menentu. Apalagi Golkar baru saja kalah dalam 2 pilkada terakhir.
Tentu saja PD harus menerapkan jurus wait 'n see sebelum menjatuhkan pilihannya kembali pada JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bhatoegana mengatakan apapun masih bisa terjadi sebelum pilpres. Gambaran peta kekuatan politik masih belum jelas. Partai besar seperti Golkar bisa saja berkembang menjadi kekuatan yang tidak diperhitungkan.
Namun, melihat kinerja SBY-JK, Bahatoegana mengatakan keduanya masih cocok. Jika tidak ada kejadian luar biasa, menurutnya, PD kemungkinan besar akan mengusung kembali duet tersebut.
"Kalau mesin itu mereka ibarat tinggal tancap gas, tidak perlu dipanaskan lagi. Kalau dipasangkan dengan yang lain, perlu waktu untuk adaptasi," pungkasnya.
(rdf/gah)











































