Jadi bagaimana Golkar membenahi dirinya? Munculkan figur pemimpin dan calon yang mumpuni.
"Pemilih tidak memilih berdasarkan politik identitas. Pilihan rakyat berbeda dengan pilihan partai," jelas pengamat politik sekaligus Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan di Jakarta, Kamis (17/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak adil kalau melihat hanya dari 2 pilkada. Padahal juga banyak pilkada-pilkada yang dimenangkan oleh Golkar," pungkasnya.
Apakah Golkar sedang krisis figur pemimpin? (gah/rdf)










































