Kisruh dan Darah di Penahanan Tersangka Dana BI di KPK

Kisruh dan Darah di Penahanan Tersangka Dana BI di KPK

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 20:09 WIB
Jakarta - Proses penahanan tersangka kasus aliran dana BI ke DPR, Hamka Yandhu dan Antony Zaenal Abidin, berlangsung kisruh. Sempat terjadi aksi dorong antara pihak jurnalis dengan pengacara, anggota tim penyidik dan Pamdal KPK. Untuk saja berakhir damai.

Kisruh pertama berawal saat tim penyidik dan Pamdal yang mengawal Hamka Yandhu muncul di lobi gedung Kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (17/4/2008). Puluhan jurnalis yang bersiaga di kiri kanan tangga gedung, langsung 'mengepung' rombongan kecil tersebut.

Entah bagaimana, tiba-tiba saja dahi salah satu penyidik KPK mengucurkan darah. Tapi yang bersangkutan tidak memperrdulikannya dan terus melaksanakan tugasnya menggelandang Hamka Yandhu masuk mobil tahanan yang akan meluncur ke Mapolres Jakbar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun begitu mobil bergerak meninggalkan lobi gedung, sontak ia membalikkan badan sambil berseru marah. "Siapa tadi wartawan yang memukul? Siapa yang pukul?," serunya diikuti para Pamdal KPK.

Menurutnya, pemukulan terjadi saat berdesak-desakan antara wartawan dengan rombongan penyidik dan Pamdal. Aksi desak itu berlangsung di area yang seharusnya 'steril' dari wartawan. Sebaliknya, para wartawan merasa tidak ada memukul karena saat itu sedang sibuk dengan peralatan kerja masing-masing.

Apa lacur, beberapa jurnalis televisi dan pewarta foto merasa menjadi tertuduh dan tersinggung dengan seruan penyidik KPK itu. Aksi dorong spontan terjadi antara mereka. Untung saja tidak berkelanjutan dengan baku hantam karena baik dari pihak wartawan dan Pamdal saling menahan diri dan saling berjanji untuk lebih menghormati tugas masing-masing.

Kenyataannya aksi serupa terulang 30 menit kemudian saat tersangka Antony Zainal Abidin digelandang menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke Mapolres Jaktim. Kali ini kembali wartawan terlibat aksi dorong dengan pengacara mantan anggota Komisi IX DPR itu dengan Pamdal KPK. Tapi tidak ada darah yang mengucur.

"Tadi janji nggak nutupin, sekarang malah nutupin," kecam wartawan pada anggota Pamdal yang cuek bebek balik kanan masuk kantor.

(lh/fay)


Berita Terkait