Berkedok Pendeta, Barnett Cabuli 9 Anak Australia

Berkedok Pendeta, Barnett Cabuli 9 Anak Australia

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 17:50 WIB
Jakarta - Sebagai seorang pendeta Katolik, Charles Alfred Barnett sangat dihormati di lingkungan South Australia. Namun dia malah tega mencabuli 9 anak laki-laki.

Korban pertama Barnett adalah Benjamin Joseph Head. Aksi tidak senonohnya pada anak berusia sekitar 14 tahun itu dilakukan Barnett pada 27 Januari 1977 sampai dengan 26 Januari 1979.

Barnett melakukan aksinya saat menginap di rumah keluarga Head di Crystal Brook, South Australia. Ada kalanya, pria yang kini berumur 66 tahun itu menginap di rumah keluarga itu dan tidur di kamar Benjamin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suatu siang, di dalam kamar, Barnett melepas semua pakaiannya tanpa terkecuali. Dia lantas menghampiri Benjamin yang tengah membaca. Selimut dan celana Benjamin lantas ditariknya. Lalu, Barnet berhasil mencabuli Benjamin secara paksa.

Barnett mengulangi lagi aksinya pada sekitar 18 November 1979 sampai dengan 30 Juni 1980. Kali ini yang menjadi korban adalah adik Benjamin yaitu Stephen James Head yang saat itu berusia sekitar 13 tahun.

Suatu malam, Barnett memasuki kamar Stephen. Stephen saat itu sedang sendiri, karena saudara laki-lakinya, Greg, tengah meninggalkan kamar.

Lalu Barnett bertanya pada Stephen, "Apakah kamu tahu bagaimana rasanya orgasme?"

Tak lama, Barnett pun menjelaskan apa itu masturbasi. Setelah itu, pendeta dari Port Pierre ini menarik selimut dan celana panjang Stephen. Stephen berusaha menutup diri dengan bajunya, namun Barnett malah lebih nekat. Bahkan Barnett melakukan oral seks.

Stephen hanya terdiam terpaku saat Barnett melakukan aksinya. Anak itu juga tidak berani memberi tahu keluarganya, hingga 1991. Di tahun itu, Stephen memberi tahu apa yang pernah dialaminya kepada tunangan yang kelak menjadi istrinya, Jane Head.

Kisah itu dibeberkan jaksa penuntut umum (JPU) Sigid J Pribadi dalam sidang permohonan ekstradisi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (17/4/2008). (nvt/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads