Dalam pantauan detikcom, Kamis (17/4/2008) sore, sejumlah anggota Ahmadiyah tampak beraktifitas sebagaimana biasa. Ada yang membersihkan areal kantor, berdiskusi, ibadah, dan tidur-tiduran di dalam masjid beraksitektur lawas dan bercat putih itu.
Beberapa orang yang bukan anggota Ahmadiyah masuk areal kantor untuk beribadah. Sementara, anak-anak bermain di halaman kantor yang beralamat di Jalan Erlangga Raya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lelaki dengan 11 dan tiga cucu ini menjelaskan, pihaknya yakin kondisi keagamaan akan berjalan normal. Jika ada gangguan, maka aparat keamanan wajib menanganinya.
"Bakor Pakem kan hanya memberi rekomendasi, bukan membuat peraturan. Jadi kami tentu tetap harus dilindungi pemerintah. Tugas pemerintah kan mengayomi," jelasnya.
Lelaki asli Ambarawa, Kabupaten Semarang ini, menyebutkan, saat ini jemaatnya berjumlah 200-an orang. Aktifitas rutin seperti pengajian digelar tiap malam Kamis dan Sabtu. Ahmadiyah juga turun langsung saat bencana alam terjadi di Yogyakarta 2006 silam, Kudus, Klaten, dan daerah-daerah lain. (try/djo)











































