Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Noor Achmad mengatakan, evaluasi bukan hanya difokuskan pada DPP atau Ketua Umum, tapi semua pihak yang terlibat dalam pilkada. Partai harus merefleksikan kekalahan tersebut
"Nggak akan ada Munaslub. Mekanisme seperti itu jauh dari pikiran kami," katanya melalui ponsel usai menempuh perjalanan udara dari Semarang ke Jakarta, Kamis (17/4/2008).
Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Jateng ini mengaku sudah berkonsultasi dengan DPP. Menurut DPP, kekalahan di Jabar dan Sumut, sejatinya, sudah diprediksi. Namun banyak pihak memaksakannya.
Untuk pilkada Jateng yang digelar 22 Juni mendatang, Noor Achmad yakin kasus di Jabar dan Sumut tidak terulang. Pasalnya, dalam beragam survei, calon Partai Golkar (Bambang Sadono-M Adnan) mempunyai tingkat keterpilihan yang tinggi.
"Dari survei dua LSI, Indobarometer, dan lembaga lain, peluang calon kami sangat besar. Ini yang membedakan dengan Jabar dan Sumut," jelasnya.
Untuk menegaskan hasil survei tersebut, Golkar Jateng terus menggelar konsolidasi. Tidak hanya kepada kader Golkar, tapi juga warga NU (M Adnan adalah Ketua PWNU Jateng) dan relawan.
Menurut Noor Achmad, keterpilihan kandidat dipengaruhi figur, mesin politik, dan dan visi misi yang jelas. "Faktor-faktor itu yang sedang dan terus kami garap," pungkasnya. (try/djo)











































