Hal itu diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman, Kamis (17/4/2008).
"Dalam kasus kekalahan di Jabar dan Sumut, DPP harus bertanggungjawab. Tidak boleh berkelit dan banyak alasan," tegas Gandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa teman pengurus Golkar di daerah lain sudah banyak yang telpon kepada saya untuk mendesak segera ada Rapimnas dipercepat ataupun Munaslub. Tapi mereka saya minta bersabar dulu. Tunggu sebentar dan jangan terlalu emosi," tegas Gadung.
Wakil Ketua DPRD DIY itu juga mengaku tidak bisa tidur dengan dua kekalahan tersebut. Sebab Jabar dan Sumut adalah kantong terbesar Partai Golkar di Jawa dan Sumatera. Bahkan di beberapa daerah yang akan menggelar pilkada, banyak kader Golkar yang resah.
"Kami meminta segera DPP Partai Golkar bertanggungjawab dan segera melakukan evaluasi dan instrospeksi, mengapa mesin-mesin politiknya tidak jalan," katanya.
Menurut dia, Golkar tidak boleh lagi bersikap arogan dan segera melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM). Sebab sebentar beberapa daerah juga akan menggelar Pilkada seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan beberapa wilayah luar Jawa.
"Harus ada evaluasi dan bertanggungjawab penuh. Harus bisa dipilah-pilah mana sebagau kekuatan partai dan birokrasi," pungkas Gandung.
(bgs/djo)











































