Jabatan Wakil Presiden tentunya cukup menyita perhatian Jusuf Kalla. Padahal di sisi lain dia harus pula mencurahkan perhatian pada Partai Golkar. Maklum, dia adalah ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.
"Saya kira kekalahan calon dari Golkar di Pilkada ada kontribusi ketidakfokusan JK. Ada banyak hal yang ditimpakan ke JK membuat dia kurang fokus," kata pengamat politik Indra J Pilliang, Kamis (17/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa hanya mengandalkan floating mass, tetapi juga harus bisa memasukkan dalam kekaderan. Ini agar ada loyalisme pada partai," sambungnya.
Perlukah digelar munaslub? "Saya rasa itu terlalu jauh. Restrukturisasi memang perlu dilakukan, dan yang terpenting mencari pekerja politik yang melakukan penetrasi ke basis bawah," jelas peneliti CSIS ini.
Dalam tubuh Golkar, bercokol elit-elit lama yang menimbulkan kesan kerajaan dalam partai. Adanya jenjang karir dalam partai yang identik dengan warna kuning ini pun dirasa tidak menguntungkan.
"Meski namanya berganti dari Golkar menjadi Partai Golkar tapi tidak banyak perubahan. Golkar dibelit afiliasi kekaryawanan. Ini harus dipotong," sambung Indra.
Menurut dia harus dilakukan bedah caesar di tubuh Golkar. Sehingga ke depannya partai ini punya basis massa yang kuat. "Jadi tidak cuma punya tokoh banyak tapi tidak bisa mengandalkan massa karena terpecah," tandas Indra. (nvt/mar)










































