Demikian disampaikan editor berita surat kabar tersebut, B. R. Rajan seperti dilansir News.com.au, Kamis (17/4/2008).
Dalam surat tersebut tidak disebutkan alasan pembredelan. Namun menurut Rajan, penutupan itu merupakan hukuman atas liputannya yang kritis mengenai isu-isu sosial dan politik yang dimuat media tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Dalam Negeri Syed Hamid Albar mengatakan, koran tersebut melanggar aturan-aturan kementerian. Namun dia tidak mau menjelaskan lebih jauh.
Rajan mengatakan, surat kabarnya banyak meliput aksi-aksi demo oposisi dan para aktivis yang menggalang aksi protes menentang diskriminasi sosial yang diikuti sekitar 20 ribu warga etnis India pada November 2007 lalu.
Awal tahun ini, Makkal Osai menerima peringatan dari otoritas untuk mengurangi liputannya mengenai aksi protes India.
Tahun 2007 lalu, koran tersebut bahkan diperintahkan untuk tidak terbit selama sebulan. Gara-garanya, di halaman depan harian tersebut dimuat gambar Yesus Kristus sedang memegang rokok.
(ita/nrl)











































