Boneka Syamsul, Liem dan Anthony Digantung di Kejagung

Boneka Syamsul, Liem dan Anthony Digantung di Kejagung

- detikNews
Kamis, 17 Apr 2008 12:30 WIB
Jakarta - Tiga obligor BLBI, Syamsul Nursalim, Liem Sioe Liong dan Anthony Salim digantung di depan Kejagung. Warga yang melintas pun berebut melihat.

Namun tentu ini bukan orang sungguhan dan hanya boneka yang digantung di sebatang bambu yang mirip gawang sepakbola. Boneka itu diusung dalam aksi 200 orang dari Gerakan Rakyat Menggugat Skandal (Gerak) BLBI, di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (17/4/2008).

Tali berwarna putih digunakan untuk menggantung boneka para obligor. Kepala masing-masing boneka terbuat dari bola plastik yang diberi wajah masing-masing obligor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan di tubuh 3 boneka tersebut dibalut jas biru tua, hitam berdasi dan coklat. Pada kaki boneka dipakaikan kaos kaki berwarna putih tanpa sepatu. Boneka tersebut dijaga oleh orang-orang yang wajahnya tertutup bak algojo.

Massa mulai melakukan aksinya sekitar pukul 11.30 WIB. Selain boneka mereka juga membawa poster dan spanduk. Mereka juga menggelar orasi secara bergantian dan bernyanyi sambil diiringi kelompok marawis yang mengenakan rebana.

Menurut salah satu koordinator aksi, Anis Fauzan, kasus BLBI senilai Rp 144 triliun setelah 4 periode pemerintahan tidak bisa diselesaikan.

"Di satu sisi tertangkapnya salah satu tim 35 jaksa BLBI beberapa waktu lalu memberi preseden buruk pada upaya penegakan hukum di Indonesia. Untuk itu spirit perjuangan melawan obligor hitam BLBI harus terus digelorakan," cetus Anis.

Selain Gerak, ada massa dari Jaringan Aktivis Pro Demokrasi. Mereka datang dengan waktu yang bersamaan dan tuntutan yang sama. Mereka mengucapkan selamat datang kepada Jampidsus baru yakni Marwan Effendy menggantikan Kemas Yahya Rahman.

Marwan diharapkan membawa angin perubahan di internal Kejagung terutama terkait penyelidikan BLBI yang dihentikan beberapa lalu. "Kami berharap Marwan dapat menuntaskan kasus BLBI dengan membuka kembali penyelidikan kasus BLBI," kata koordinator aksi, Andrianto. (nik/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads